Wisata Wonosobo, 1 Januari 2014
1.Telaga Warna dan Pengilon
2. Dieng Plateau Theater
3. Kawah Sikidang
4. Candi Arjuna
Sebelum tahun baru
berganti kami (aku, kakakku dan ibuku) memang sudah berencana akan pergi ke
Wonosobo khususnya di Dieng. Karena selain ingin memenuhi janji ibuku acara
ultahnya pada tanggal 1 Januari juga mengobati kekecewaan kami karena dulu
pernah ke sana namun gagal. Alasan gagal tersebut karena kami sudah sampai sana
malam hari dan kami tidak bisa menikmati keindahan alam di sana. Dan syukurlah
kemarin 1 Januari 2014 keinginan kami terwujud dan kami mengunjungi 4 obyek
wisata dalam sehari.
Sebelum kami berangkat
ke sana, aku membantu ibuku dahulu di kios. Untuk menjadi kasir dan membantu
melayani pembeli beras. Sedangkan kakakku membersihkan rumah sebelum kami akan
berwisata ke Dieng. Pembagian tugas ini sudah sering kami lakukan walaupun
tanpa ada wisatapun karena kalau tidak dibagi pekerjaan kami tidak akan
selesai. Ya sebelum aku berangkat aku memberi kabar temanku dahulu, yang
bernama Nova Dwi Kristianto alias Nova. Dialah yang akan mengantar karena yang
mengemudikan mobil sampai Dieng dan sekaligus teman baru dalam keluarga kami.
Pada waktu hari ini
cuaca tidak hanya mendung namun juga diwarnai dengan hujan deras. Pekerjaan aku
dan ibuku sudah selesai pukul 08.30 WIB. Ya kami sebelum pulang ke rumah
membeli makanan kecil untuk bekal dalam perjalanan kami. Setelah sampai rumah
aku bergegas mandi dan mempersiapkan semuanya. Antara galau soalnya hujan
deras, ya walaupun kami pergi ke sana dengan mobil, ALL NEW AVANZA AA 9191 EV.
Memang hujan dengan memakai mobil tetap bisa rencana dilanjutkan namun melihat
cuaca yang mendung seperti ini kami khawatir apa yang akan terjadi nanti di
Dieng soalnya jalan menanjak apalagi hujan bisa berbahaya. Si Nova juga belum
datang katanya dia memberi kabar kalau tempatnya di Butuh khususnya di desa
Mangunjayan sedang hujan deras dan dia mungkin akan menunggu hujan reda.
Padahal sudah pukul 10.00 WIB. Akhirnya kamipun berencana akan menjemput Nova.
Setelah aku berkomunikasi dengannya, dia setuju dijemput di pasar Butuh namun
karena mengingat kejauhan akhirnya di Pasar Kedung Sri. Yang menyetir mobil
adalah aku. Karena diantara kami bertiga hanya aku saja yang mampu menyetir.
Padahal kakakku si Luciana Evy Irmayanti sudah ikut kursus dan dia sudah
menghabiskan uang setengah juta lebih sendiri untuk biaya kursus namun dia hanya
bisa maju. Hahaha. Lucu sekali kakakku ini. Ya setelah komunikasi dengan Nova
kami menunggu di pasar Kedung Sri, Butuh. Dia diantar tetangga samping
rumahnya. Adiknya namanya Nanang, dia sekarang duduk di bangku SMA kelas 2. Ya
syukurlah walau dengan perjuangan hujan deras rencana kami berjalan dengan
lancar. Setelah Nova naik ke atas mobilku, dia aku suruh untuk duduk di samping
kemudiku. Karena aku dahulu yang akan menyetir. Ya walaupun aku hanya menyetir
sampai daerah Bruno. Waw jalannya sudah banyak jurang, aku takut dan Nova nggak
tega melihat aku menyetir seperti kesulitan padahal aku menikmati. Ya sudah
akhirnya kemudi dipindah di tangan Nova, aku pindah duduk di sampingnya. Kakak
dan ibuku ada di belakangku. Setelah Nova yang mengemudikan perasaanku tenang,
karena aku yakin Nova mampu membawa wisata kami ke Dieng dan pulang dengan
selamat. Hehehehe. Ya disepanjang perjalanan aku menyetel musik yang ada di
audio mobil. Kami mendengarkan musik dari vcd yang dibawa Nova. Walaupun kami
mendengarkan lagu jadul karena penyanyinya adalah Rita Sugiarto. Walau penyanyi
jadul namun suaranya merdu dan tidak membosankan didengarkan. Kami sangat
menikmatinya. Di sela-sela perjalanan kami, kami memakan bersama-sama cemilan yang
sudah kami siapkan dari rumah tadi. Menyenangkan sekali. Kami menganggap Nova
seperti keluarga kami dan tidak menganggapnya sopir. Karena dia bukan sopir
namun teman dekatku. Berkat dia juga yang sudah membantu rencana kami sampai di
Dieng. Ya sekitar pukul 15.00 WIB kami sudah memasuki wilayah Dieng. Hampir
macet ternyata namun sesudah itu alhamdulillah perjalanannya
lancar kembali. Sebelum masuk kami ditarik membayar dua ribu rupiah
masing-masing, jadi delapan ribu rupiah. Setelah masuk dan melewati sekitar
berapa kilometer kami disuruh membayar untuk memasuki 4 obyek wisata. Empat
obyek wisata itu adalah telaga warna dan pengilon, dieng plateau theater, kawah
si kidang, dan candi arjuna. Masing-masing orang dikenakan dua puluh dua ribu
namun kami disuruh membayar delapan belas ribu sisanya dibayar nanti setelah
masuk satu obyek wisata. Ya pertama yang kami kunjungi adalah telaga warna.
Menurut kami, kami tidak menemukan pengilon karena kami tidak mengunjungi
memutar sepenuhnya mengingat waktunya yang sangat mepet sekali.
Jadi kami cepat pindah haluan menuju ke dieng plateau theater. Lokasinya tidak
jauh dari telaga warna tadi. Ya syukurlah kami memang sedang beruntung. Sampai
di sana pemutaran baru dimulai jadi kami cepat-cepat masuk dan menonton. Jadi
kami tidak menunggu lama untuk pemutaran filmnya. Ya dari sini diceritakan apa
saja yang ada di Wonosobo. Dari budaya masyarakat sekitar dan kejadian atau
peristiwa alam apa saja yang terjadi di sana. Dahulu pada tahun 1979 pernah
terjadi letusan kawah sinila dan menyebabkan sekitar 114 orang kurang lebih.
Mereka meninggal karena kebanyakan menghirup asap beracun yang dikeluarkan dari
kawah Sinila tersebut. Akibatnya banyak yang meninggal. Selain itu Dieng
termasuk daerah penghasil kentang terbanyak di Indonesia dan banyak yang sudah
diekspor ke luar negeri. Ya tanahnya memang subur dan cocok ditanami kentang.
Ada ritual juga, namanya pemotongan rambut gimbal untuk membuang kesialan yang
dilakukan pada anak laki-laki atau perempuan yang berusia kurang dari 5 tahun
kalau tidak salah. Pemotongan ini dilakukan dan sebelum dipotong rambutnya, si
orang tua dari anak yang akan dipotong rambutnya harus memenuhi keinginan dari
si anak tersebut. Setelah itu aku lupa harus bercerita apa lagi dalam pemutaran
film tersebut karena aku hanya mengingat apa yang sudah terjadi tanggal 1
januari sedangkan sekarang sudah tanggal 6 Januari. Niat Aku menulis ini
tentang pengalaman wisata ke wonosobo untuk catatan kenangan dan mungkin nanti
akan aku bukukan. Siapa tahu suatu saat nanti akan bermanfaat dan berguna buatku
sendiri. Karena menjadi arsip pribadiku sendiri.
Ya perjalanan berlanjut
ke kawah sikidang. Sebelum pergi ke sana kami membeli masker untuk menahan bau
yang tidak enak dari yang dikeluarkan di kawah sikidang sendiri. Menurutku
baunya seperti bau peceren kalau dalam bahasa Jawanya.
Masing-masing masker harganya tiga ribu. Jumlah masker yang harus dibeli
totalnya 4 jadi semua 12 ribu. Ya kami lalu berfoto-foto di sana.
Lanjut kemudian obyek
wisata terakhir ke Candi Arjuna. Ya kami sangat menikmati sekali di sini. Dari
pertama masuk kami ditujukan pada badut micky mouse. Ya sudah akhirnya aku dan
kakakku saja yang berfoto bersamanya, kemudian kami memasukkan uang di kardus
yang sudah disiapkan sekedarnya saja. Kemudian kami berfoto-foto juga di sana.
Banyak pohon yang menarik untuk di foto dan selain itu terdapat tokoh
pewayangan orang yaitu anoman dan para buta-buta di bawah Candi Arjuna. Dengan
uang 10 ribu kami (aku dan kakakku) karena ibu dan Nova tidak mau diajak
berfoto. Pokoknya di Candi arjuna kami sangat menikmati pemandangan alam yang
sangat indah walaupun udaranya cukup dingin di sini. Kemudian setelah selesai
sekitar sebelum magrib, aku, kakakku dan ibuku membeli oleh-oleh khas Wonosobo
untuk dibawa pulang dan dibagikan teman-teman kami. Nova menunggu saja di
mobil. Kami belanja di sekitar parkir mobil. Belanjaan kami menghabiskan
sekitar 350 rb an kurang lebihnya.
Kemudian kami termasuk Nova sholat magrib di mushola dekat dengan parkir mobil kami. Ya kami sangat menikmati sekali perjalanan setengah hari keliling kota Wonosobo khususnya di Dieng. Karena setengah harinya kami habiskan di perjalanan menuju Dieng. Setelah kami selesai sholat kami bergegas pulang dan mencari rumah makan. Rencana kami adalah mencari rumah makan yang khusus makanan khas Wonosobo dekat alun-alun, namun setelah sampai alun-alun ternyata tidak ditemukan makanan khas tersebut. Ya sudah akhirnya kami mencari sembari kami pulang. Ya akhirnya kami menemukan rumah makan dan pemancingan sindoro sumbing. Pemiliknya adalah bapak dan ibu haji. Mereka sangat ramah sekali kepada pengunjung. Terutama bapaknya. Maaf aku lupa siapa nama beliau. Intinya di sini kami sangat dilayani dengan baik. Bahkan kami sempat disuruh berfoto dan katanya nanti fotonya akan ditampilkan diwebsite beliau. Di sini kami juga mendengarkan cerita2 beliau. Ternyata beliau rumahnya adalah sama dengan Nova yaitu Butuh, Purworejo. Kami sudah dianggap seperti keluarga beliau karena kata beliau sama-sama dengan Purworejo dan seandainya besok datang lagi ke Wonosobo dan mampir ke rm nya kami akan digratiskan tidak bayar alias tidak dipungut biaya. Hihihii..asyik juga. Punya keluarga baru nih.
Di saat kami sudah selesai makan, kami diceritakan apa saja tips sukses beliau membangun bisnis rumah makannya. Pertama kalau ingin bisnis, bisnislah yang beda di antara yang lainnya. Misalnya kalau yang lainnya sudah carica ( minuman khas Wonosobo) jangan ikut2an carica tapi kripik jamur misalnya. Lalu kita harus optimis dan tidak usah malu. Kemudian kita juga harus totalitas. Ini nih tips dan rahasianya. Ternyata beliau sangat rajin sholat tahajud. Beliau menyarankan kami untuk membaca buku "Pelatihan Sholat Tahajud" karangan dari Prof. Dr. Moh. Sholeh. Mpd. Dan ternyata setelah aku muter2 ke Gramedia dan shopping Jogja kosong semuanya. Sulit juga mencari bukunya. Padahal kami sangat ingin memiliki buku tersebut dan kemudian dipraktekkan. Ya sekilas saja beliau hanya menceritakan sholat tahajudnya dilakukan di 1/3 malam terakhir sekitar pukul setengah 3 pagi dan sebelumnya beliau mandi dulu walaupun udara pagi di wonosobo sangat dingin beliau tetap melanjutkan niat baiknya tersebut. Dan tips tersebut tetap dan masih rajin dijalankan beliau sampai dengan sekarang. Aku rasa sekian saja aku bercerita tentang pengalaman liburanku mengunjungi kota Wonosobo khususnya Dieng. Kami sampai rumah sekitar pukul setengah 11 malam dan alhamdulillah pulang dengan selamat walaupun capek namun menyenangkan.
1. Telaga warna2. Dieng Plateau Theater
3. Kawah Sikidang
4.Candi Arjuna




Tidak ada komentar:
Posting Komentar